Selasa, 12 Januari 2016

Contoh sinopsis novel



POCONG BUNTING  
                      
                                              Judul duku             :    Pocong Buntin
                                              Pengarang             :    Fitria Pratnasari
                                              Penerbit                 :    Javalitera
                                              Terbit                      :    Tahun 2012 (cetakan pertama)
                                              Tebal                       :    218 halaman
                                              Harga buku            :    Rp 41.000,00

           Romano dan Jumiet jadi Pocong gentayangan setelah keduanya bunuh diri nenggak AO kadarluarsa. Mereka gentayangan karena belom sempat kawin semasa hidupnya. Kedua Pocong sejoli ini nangis mulu tiap hari, bikin berisik penghuni kuburan lainnya. Akhirnya, demi ketenangan areal pekuburan, keduanya dinikahin.
           Jumiet bunting, ini kabar baik bagi dunia alam gaib karena kehamilan Jumiet adalah proses keturunan bagi para Pocong. Sayang, suatu hari Jumiet stress. Dia dilarang loncat-loncat supaya nggak keguguran. Kisah cinta mereka hampir kandas karena Jumarsih, pemimpin klan Pocong, memaksa Romano untuk menikahinya. Menurutnya, cuma Romano aja yang bisa bikin keturunan Pocong. Ini yang bikin Jumiet syok berat dalam kehamilannya.
           Akhirnya, Jumarsih dan Romano bunting. Padahal Romano kan laki-laki? Romano sterss, apalagi di alam gaib nggak ada operasi caesar.
             Kenapa Romano bisa bunting? Padahal dia laki-laki. Gimana para Pocong ini melahirkan anak mereka?
              Fitria Pratnasari yang lahir di Jakarta, 23 Januari 1989  mulai gemar nulis cerpen, novel sejak ia duduk di bangku SMA. Ia mendapat dukungan dari semua keluarganya atas karya-karyanya itu. Penasaran ingin membuat sesuatu yang kontras kayak horor komedi,  setelah melahirkan  anak-anak misterius SUTRADARA IBLIS, THE DVAS (kumpulan cerpen romance, thriller, horor, dan teenlit) yang memuat 3 cerpen garang dan sanggup membuat adrenali berpacu, yaitu Susuk Pencekal Nyawa, Raja benting, dan Haus dara. Fitria Pratnasari  berhasil nerbitin Pocong bunting.
               Menurut saya, novel ini memiliki jalan cerita yang unik dan tidak membosankan, juga memiliki sampul yang menarik.
               Di novel ini, Fitri Pratnasari sunggu mampu membius logika ke alam gaib yang nyata. Yang tak hanya sekedar memacu adrenali tapi bisa bikin ketawa sendiri saat membacanya. Sehingga novel ini memiliki kesan tersendiri bagi pembacanya. Buat yang penggila horor surprise banget deh karena horor komedi yang segar dan menghibur, dan  buat temen-temen yang penakut, yuk baca horor kocak yang bikin gemes ini. Dari mulai yang bikin merinding serem sampe ujung-ujungnya bikin ngakak. Jadi cocok deh buat semua kalangan.

Oktaviani Sulu’ Padang
                                                                  
                                                                                                                          XI IPA 7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar